Adaptasi Masyarakat Permukiman Kumuh Perkotaan (Studi Kelurahan Tanjung Unggat)
DOI:
https://doi.org/10.58230/socratika.v3i2.673Keywords:
community adaptation, coastal slum settlements, tidal floodingAbstract
Development is expected to promote equitable welfare; however, socioeconomic inequality and environmental vulnerability remain evident in coastal slum settlements, including RW 06 of Tanjung Unggat. Residents face recurrent tidal flooding, inadequate sanitation, and economic constraints that adversely affect their quality of life. This study aims to describe the adaptation strategies developed by the community to sustain their livelihoods and cope with environmental risks.
This study employed a qualitative approach with a case study design. Seven informants were selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, while Bennett’s adaptation theory was employed as the theoretical framework.
The findings reveal three main dimensions of community adaptation. Physically and environmentally, residents independently elevated house floors and modified building structures to reduce the impacts of tidal flooding. Economically, households diversified their sources of income and managed expenditures more efficiently. Socially, residents strengthened mutual assistance and shared disaster-related information. These strategies demonstrate the community’s active efforts to survive under limited access to adequate infrastructure, services, and economic resources.
Community adaptation in RW 06 of Tanjung Unggat represents an active response to environmental and socioeconomic pressures rather than an optimal choice. The findings contribute to the understanding of socioecological adaptation in coastal slum settlements and highlight the need for local governments to integrate community knowledge into slum-upgrading policies and disaster mitigation planning.
Downloads
References
Adger, W. N. (2006). Vulnerability. Global Environmental Change, 16(3), 268–281.
Bahtiar, A., dkk. (2025). Modal sosial dan resiliensi kelompok marjinal di kawasan perkotaan. Jurnal Sosiologi dan Masyarakat, 12(1), 45–62.
Bennett, J. W. (1969). Northern Plainsmen: Adaptive strategy and agrarian life. Aldine Publishing.
Bennett, J. W. (1976). Cultural anthropology and human adaptation. Pergamon Press.
BPS Kota Tanjungpinang. (2024). [Judul publikasi/data BPS yang digunakan dalam penelitian]. Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang.
BPS Kota Tanjungpinang. (2025). [Judul publikasi/data BPS yang digunakan dalam penelitian]. Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang.
Budiyono, & Setiawan, A. (2021). Konsep resiliensi dalam penanganan permukiman kumuh. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 8(2), 112–125.
Creswell, J. W. (2023). Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.
Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. (2024). [Judul laporan/data kesehatan lingkungan yang digunakan dalam penelitian]. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.
Drakakis-Smith, D. (1980). Urbanization, housing and the development process. Croom Helm.
Grimes, O. F. (1976). Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Yayasan Obor Indonesia.
Jaya, I. M. L. (2021). Metodologi penelitian kualitatif & kuantitatif. Mitra Wacana Media.
Krisnajayanti, D., & Zain, M. (2014). Karakteristik sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh perkotaan. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 5(2), 78–91.
Kuswartojo, T. (2005). Kota dan permukiman: Sebuah pendekatan fisik dan nonfisik. Institut Teknologi Bandung.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nopianti, D., dkk. (2018). Strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 78–92.
Pangestu, A., dkk. (2023). Dinamika adaptasi manusia dan lingkungan di kawasan pesisir. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 10(2), 45–58.
Pratama, R. (2024). Adaptasi sosial dan ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana. Jurnal Sosiologi dan Masyarakat, 15(1), 33–46.
Pratama, R., & Lestari, S. (2021). Ketimpangan ruang dan pertumbuhan permukiman kumuh di kota besar. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Ramadhan, M., & Wijaya, H. (2022). Ketimpangan ekonomi dan munculnya masalah sosial di permukiman kumuh perkotaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(3), 201–213.
Roitman, S., & Rukmana, D. (2022). Dinamika dan penanganan permukiman kumuh pesisir di Indonesia. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(3), 210–225.
Rudiyantono, S. (2000). Penanganan permukiman kumuh perkotaan. Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Rusdanisari, S. (2025). Adaptasi masyarakat terhadap bencana banjir di permukiman tepian sungai. Jurnal Penanggulangan Bencana, 9(1), 22–35.
Saputra, E., dkk. (2022). Permukiman kumuh perkotaan: Penyebab, dampak dan solusi. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 9(1), 56–70.
Silvania, R., & Amalia, S. (2023). Eksistensi permukiman kumuh kawasan pesisir Indonesia dan kerentanan terhadap bencana. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 11(2), 145–160.
Simarmata, J., dkk. (2024). Kesadaran lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam perbaikan permukiman kumuh. Jurnal Lingkungan Hidup, 15(2), 89–102.
Siregar, A., & Darmawan, B. (2022). Profil sosial ekonomi dan karakteristik permukiman kumuh di wilayah pesisir. Jurnal Sosiologi Lingkungan, 7(1), 33–48.
Smit, B., & Wandel, J. (2006). Adaptation, adaptive capacity and vulnerability. Global Environmental Change, 16(3), 282–292.
Soekanto, S. (2012). [Judul buku yang digunakan dalam naskah]. [Penerbit].
Sukmaniar, L., dkk. (2021). Permasalahan sosial di kawasan permukiman kumuh perkotaan. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 6(2), 45–59.
Tumeang, J., dkk. (2023). Permukiman kumuh sebagai bentuk kesenjangan di perkotaan (Studi kasus Kelurahan Glugur Darat II Kota Medan). Jurnal Sosiologi Perkotaan, 7(1), 56–71.
Pemerintah Kota Tanjungpinang. (2024). Keputusan Wali Kota Tanjungpinang Nomor 393 Tahun 2024 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Tanjungpinang. Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sudirmawati Laia, Annissa Valentina, Nanik Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.