Penerapan Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme

Authors

  • Nurhayati Sihite Universitas Negeri Padang
  • Elsa Efrina Universitas Negeri Padang
  • Setia Budi Universitas Negeri Padang
  • Endang Sri Handayani Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.58230/josse.v3i2.665

Keywords:

Reinforcement Positif, Durasi Konsentrasi, Gangguan Spektrum Autisme, Penelitian Tindakan Kelas, Perhatian

Abstract

Reinforcement positif merupakan salah satu strategi modifikasi perilaku yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan konsentrasi peserta didik dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan durasi konsentrasi dua peserta didik GSA, yaitu FZA dan QA, di kelas VI SLB Negeri Doloksanggul melalui penerapan reinforcement positif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap durasi konsentrasi peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Reinforcement positif diberikan secara langsung setelah peserta didik menunjukkan perilaku yang diharapkan, seperti memperhatikan guru, duduk mengikuti kegiatan pembelajaran, dan mengerjakan tugas. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan durasi konsentrasi pada kedua peserta didik. Pada kondisi awal, FZA mampu mempertahankan konsentrasi selama 8 menit dan QA selama 10 menit. Pada Siklus I, durasi konsentrasi meningkat menjadi 13 menit pada FZA dan 15 menit pada QA, sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi 33 menit pada FZA dan 35 menit pada QA. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan paket tindakan yang mencakup reinforcement positif dan strategi pendukung berupa pengondisian lingkungan belajar serta bimbingan individual dapat membantu meningkatkan durasi konsentrasi peserta didik GSA selama pembelajaran. Dengan demikian, reinforcement positif dapat digunakan sebagai salah satu strategi yang mendukung peningkatan konsentrasi peserta didik dengan GSA dalam pembelajaran di kelas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425787

Azwandi. (2005). Mengenal dan membantu penyandang autisme. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Cooper, J. O., Heron, T. E., & Heward, W. L. (2020). Applied behavior analysis (3rd ed.). Pearson.

Deosari, A., & Appulembang, O. D. (2022). Penerapan penguatan positif terhadap keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran jarak jauh. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 6(1), 90–100. https://doi.org/10.19166/johme.v6i1.2868

Diamond, A. (2013). Executive Functions. Annual Review of Psychology. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143750

Fox, R. A., Leif, E. S., Moore, D. W., Furlonger, B., Anderson, A., & Sharma, U. (2022). A systematic review of the facilitators and barriers to the sustained implementation of school-wide positive behavioral interventions and supports. Education and Treatment of Children, 45, 105–126. https://doi.org/10.1007/s43494-021-00056-0

Hidayah, M. N. (2022). Positif reinforcement untuk meningkatkan konsentrasi belajar di kelas pada anak autis. AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak. https://doi.org/10.46773/al-athfal.v1i1.78

Losh, A., & Blacher, J. (2023). Promoting young autistic students' social functioning and engagement in the classroom: Positive response strategies and close student-teacher relationships. Research in Autism Spectrum Disorders, 107, 102225. https://doi.org/10.1016/j.rasd.2023.102225

Posner, M. I. (2012). Attentional networks and consciousness. Frontiers in Psychology, 3, 1–4. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2012.00064

Purba, R. T., & Putri, A. P. D. (2023). Pengaruh penguatan positif terhadap sikap perhatian murid kelas satu sekolah dasar. Aletheia Christian Educators Journal, 4(2), 53–60. https://www.researchgate.net/publication/375604282

Rani, C. A., & Anggraika, I. (2023). Penerapan prompts dan reinforcement untuk meningkatkan frekuensi kontak mata pada anak dengan autisme. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 13(3), 731–746. https://doi.org/10.24127/gdn.v13i3.7684

Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.

Sutadi. (2014). Autism is curable: Benar autisme dapat disembuhkan. PT Elex Media Komputindo.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Sekretariat Negara.

World Health Organization. (2013). Inclusive education. https://www.who.int

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Sihite, N., Efrina, E., Budi, S., & Handayani, E. S. (2026). Penerapan Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme. Journal of Social and Scientific Education, 3(2), 202-219. https://doi.org/10.58230/josse.v3i2.665

Similar Articles

21-28 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.