Penerapan Metode Montessori untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Murid dengan Hambatan Pendengaran Kelas I di SLB Negeri Aek Kanopan
DOI:
https://doi.org/10.58230/josse.v3i2.740Keywords:
Metode Montessori, Membaca Permulaan, Hambatan Pendengaran, Pendidikan KhususAbstract
Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa dan keberhasilan akademik murid. Namun, murid dengan hambatan pendengaran sering mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana karena keterbatasan akses terhadap informasi auditif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan murid dengan hambatan pendengaran melalui penerapan metode Montessori di kelas I SLB Negeri Aek Kanopan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri atas empat murid berinisial D, K, R, dan A. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca permulaan dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada seluruh subjek. Pada Siklus I, persentase capaian kemampuan membaca permulaan D sebesar 50%, K 58%, R 72%, dan A 79%. Metode penelitian dalam abstrak telah dinyatakan menggunakan tiga siklus, tetapi hasil yang dilaporkan hanya mencakup Siklus I dan Siklus II. Kondisi ini menimbulkan ketidakkonsistenan antara desain penelitian dan hasil yang disajikan. Oleh karena itu, abstrak perlu dilengkapi dengan hasil Siklus III atau hasil akhir penelitian, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian kemampuan murid setelah seluruh tindakan diberikan serta menunjukkan konsistensi antara metode, pelaksanaan, dan hasil penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan murid dengan hambatan pendengaran melalui pembelajaran yang konkret, visual, dan multisensori. Dengan demikian, metode Montessori dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada murid dengan hambatan pendengaran.
Downloads
References
Aay, A. (2016). Upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode Montessori pada siswa kelas I di SDN Rawamangun 09 Pagi Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah PGSD, 8(1), 70–110. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/pgsd/article/view/8011
Afrianti, M. N., & Marlina, M. (2021). Peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui strategi probing-prompting bagi anak berkesulitan belajar. Jurnal Basicedu, 5(1), 272–279. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i1.653
Horn, D. L., Fagan, M. K., Dillon, C., Pisoni, D. B., & Miyamoto, R. T. (2025). Visual-motor integration skills of prelingually deaf children: Implications for pediatric cochlear implantation. The Laryngoscope, 117(11), 2017–2025. https://doi.org/10.1097/MLG.0b013e3181271401
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-4560-67-2
Marlina, M. (2014). Meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS siswa kelas I SDN Ambunu Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali. Jurnal Kreatif Tadulako, 2(1).
Marlina, M. (2019). Asesmen kesulitan belajar. Prenamedia Group.
Marlina, M., Kusumastuti, G., Makmur, N. A., & Nabilla, I. (2022). Peningkatan keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus melalui strategi pembelajaran station rotation berbasis tiered task (studi eksperimen di sekolah inklusif Sumatera Barat). Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 18(1), 31–42. https://doi.org/10.21831/jpk.v18i1.45776
Moeller, M. P., Tomblin, J. B., Yoshinaga-Itano, C., Connor, C. M., & Jerger, S. (2007). Current state of knowledge: Language and literacy of children with hearing impairment. Ear and Hearing, 28(6), 740–753. https://doi.org/10.1097/AUD.0b013e318157f07f
Pickering, J. S. (1992). Successful applications of Montessori methods with children at risk for learning disabilities. Annals of Dyslexia, 42(1), 90–109. https://doi.org/10.1007/BF02654940
Rahman, B., & Haryanto, H. (2014). Peningkatan keterampilan membaca permulaan melalui media flashcard pada siswa kelas I SDN Bajayau Tengah 2. Jurnal Prima Edukasia, 2(2), 127–136. https://doi.org/10.21831/jpe.v2i2.2650
Rahmawati, R. A., Susiani, T. S., & Suryandari, K. C. (2025). Penerapan metode Montessori untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri 2 Gemeksekti tahun ajaran 2023/2024. Jurnal Kependidikan, 13(2). https://doi.org/10.20961/jkc.v13i2.91151
Rohman, N. (2020). Analisis metode Montessori dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Al-Aulad: Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 14–22. https://doi.org/10.15575/al-aulad.v3i2.7917
Slameto, S. (2015). Implementasi penelitian tindakan kelas. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(3), 47–58. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p47-58
Swasta, D., & The, S. (2025). Efektivitas metode Montessori berbantu movable alphabet terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Dapuan Swasta Surabaya. Jurnal Pendidikan, 10(2), 417–432. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.26234
Utama, D. A., & Marlina, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka bagi anak berkebutuhan khusus. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 1691–1700. https://edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/5500
World Health Organization. (2021). World report on hearing. World Health Organization.
Yilmaz, K. (2008). Constructivism: Its theoretical underpinnings, variations, and implications for classroom instruction. Educational Horizons, 86(3), 161–172. https://www.jstor.org/stable/42923724
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hayati Irsyah Hikmatul, Marlina Marlina, Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia , Yosa Yulia Nasri, Rila Muspita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.