Analisis Kemampuan Guru MengimplementasikanPembelajaran Mendalam pada Desain Pedagogis
DOI:
https://doi.org/10.58230/josse.v3i2.789Keywords:
Perencanaan Pembelajaran Mendalam, Berkesadaran, Bermakna, MenggembirakanAbstract
Implementasi Pembelajaran Mendalam di sekolah dasar menuntut guru tidak hanya memahami prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, tetapi juga mampu menerjemahkannya secara konsisten ke dalam Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian PPM yang disusun guru sekolah dasar dengan karakteristik Pembelajaran Mendalam serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan integrasi ketiga prinsip tersebut dalam desain pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain quantitative descriptive content analysis terhadap 24 dokumen PPM yang disusun guru kelas V sekolah dasar negeri dan swasta di Surakarta yang telah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen menggunakan rubrik tervalidasi yang mencakup 10 aspek perencanaan dan 20 indikator prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; pengodean dilakukan secara independen oleh dua penilai dan dianalisis menggunakan rerata, frekuensi, persentase, distribusi skor, serta weighted Cohen’s kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas 10 aspek utama PPM memperoleh rerata 1,58 dari 4 atau 39,38% dari skor ideal; sebanyak 79,17% dokumen berada pada kategori belum memadai dan 20,83% pada kategori terbatas. Prinsip menggembirakan memperoleh skor tertinggi (M = 1,74), diikuti bermakna (M = 1,64) dan berkesadaran (M = 1,56), tetapi seluruhnya masih dalam kategori belum memadai. Guru relatif lebih mampu memasukkan tujuan, konteks, media, dan aktivitas menarik, tetapi masih lemah dalam asesmen diagnostik dan proses, diferensiasi, regulasi diri, refleksi metakognitif, masalah autentik, serta transfer pengetahuan. Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam dan pernyataan guru telah menerapkannya belum selalu tercermin dalam desain pedagogis yang terdokumentasi secara kuat. Oleh karena itu, pengembangan profesional guru perlu diarahkan dari pelatihan berbasis pengenalan konsep menuju pendampingan berbasis desain, telaah dokumen kolaboratif, dan perbaikan pembelajaran berbasis bukti.
Downloads
References
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45(1), 131–142. https://doi.org/10.1177/0013164485451012
Allolinggi, L. R., Al Arsyadhi, N. L., Harlina, N., Sulistina, D. R., & Suriana. (2025). Eksplorasi dimensi kesiapan guru dalam penerapan pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 265–281. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.35337
Andayanie, L. M., Adhantoro, M. S., Purnomo, E., & Kurniaji, G. T. (2025). Implementation of Deep Learning in education: Towards mindful, meaningful, and joyful Learning experiences. Journal of Deep Learning, 1(1), 47–56. https://doi.org/10.23917/jdl.v1i1.11157
Arianti, C. A. L. E., Sama’, S., & Dewi, I. Y. M. (2025). Navigating Deep Learning pedagogy in rural classrooms: A qualitative study on teacher readiness and innovation in Indonesian elementary schools. Journal Evaluation in Education, 6(3), 725–736. https://doi.org/10.37251/jee.v6i3.1775
Cohen, J. (1968). Weighted kappa: Nominal scale agreement provision for scaled disagreement or partial credit. Psychological Bulletin, 70(4), 213–220. https://doi.org/10.1037/h0026256
Fauziah, U. N., Arman, A., Ramadani, S., Mahfuroh, L., Adetia, M. F., & Sutari, D. (2025). Implementasi prinsip-prinsip Deep Learning dalam pembelajaran di sekolah dasar. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 6(3), 171–176. https://doi.org/10.59632/edukasitematik.v6i3.677
Haeranun, S., Kudsiah, M., & Sofiana, E. (2026). Analisis penyusunan Rancangan Pembelajaran Mendalam (RPM) oleh guru sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3). https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.60919
Hanipah, S., Day, W. O. S. H., Hanip, R., & Fredy. (2026). Penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran Deep Learning yang mindful, meaningful, and joyful di SD Muhammadiyah Merauke. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 7(1), 313–323. https://doi.org/10.33394/jpu.v7i1.18858
Kemendikdasmen. (2025). Naskah akademik pembelajaran mendalam: Menuju pendidikan bermutu untuk semua. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kurnianingsih, E., Prayitno, H. J., Mu’ti, A., Baidhawy, Z., & Jufriansah, A. (2026). Deep Learning as an integrated pedagogical framework: Synthesizing mindful, meaningful, and joyful Learning for transformative educational experiences. Journal of Deep Learning, 2(2), 125–143. https://doi.org/10.23917/jdl.v2i2.16008
Landis, J. R., & Koch, G. G. (1977). The measurement of observer agreement for categorical data. Biometrics, 33(1), 159–174. https://doi.org/10.2307/2529310
Mahardika, Y., & Jaya, C. A. (2025). Persepsi guru terhadap penerapan Deep Learning dalam kerangka kerja pembelajaran mendalam. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 1123–1139. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1748
McHugh, M. L. (2012). Interrater reliability: The kappa statistic. Biochemia Medica, 22(3), 276–282.
Nafi’ah, J., & Faruq, D. J. (2025). Conceptualizing Deep Learning approach in primary education: Integrating mindful, meaningful, and joyful. Journal of Educational Research and Practice, 3(2), 225–237. https://doi.org/10.70376/jerp.v3i2.384
Neuendorf, K. A. (2017). The content analysis guidebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Nurhaeliani, N., Roslina, R., & Khartha, A. (2025). Teachers’ competence in lesson planning: Deep Learning within Danielson’s framework. Scripta: English Department Journal, 12(2), 346–356. https://doi.org/10.37729/scripta.v12i2.7079
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of Learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
OECD. (2024). PISA 2022 results (Volume III): Creative minds, creative schools. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/765ee8c2-en
Waloyo, W., Prayitno, H. J., Toharudin, T., & Rahmawati, Y. (2026). Teacher readiness for Deep Learning implementation in Indonesian education: A systematic narrative review of dimensions, barriers, and enabling factors. Journal of Deep Learning, 2(1), 67–82. https://doi.org/10.23917/jdl.v2i1.13100
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jumanto Anto, Anggit Grahito Wicaksono, Elinda Rizkasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.