Murojaah Juz 30 sebagai Praktik Pembiasaan untuk Penguatan Hafalan dan Kedisiplinan Siswa di MTs Tarbiyatul Islamiyah Pati
DOI:
https://doi.org/10.58230/zhefv659Keywords:
Pendidikan Karakter, Murojaah, Hafalan Al-Qur'an, Kedisiplinan SiswaAbstract
Hafalan Al-Qur'an mudah melemah tanpa pengulangan (murojaah) yang berkelanjutan, sementara siswa madrasah membutuhkan pembiasaan yang konsisten untuk menjaga kedisiplinan. Murojaah Juz 30 sebagai satu praktik pembiasaan yang memperkuat hafalan dan disiplin sekaligus belum banyak dikaji pada jenjang madrasah tsanawiyah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan murojaah Juz 30 di MTs Tarbiyatul Islamiyah Pati dan menganalisis kontribusinya terhadap penguatan hafalan dan kedisiplinan siswa. Studi kasus kualitatif ini menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur dengan kepala madrasah, guru tahfidz/PAI, dan siswa, serta dokumentasi buku setoran hafalan dan catatan kedisiplinan. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dan keabsahannya dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Murojaah dilaksanakan rutin pada pagi hari selama sekitar 15 menit sebelum pembelajaran inti dengan bimbingan guru. Pada 30 siswa, hafalan relatif lancar meningkat dari 17 (57%) menjadi 25 siswa (83%), siswa yang sering lupa ayat menurun dari 13 (43%) menjadi 5 (17%), kehadiran tepat waktu meningkat dari 20 (67%) menjadi 27 (90%), dan murojaah mandiri meningkat dari 14 (47%) menjadi 24 (80%) sebagai kenaikan terbesar. Perubahan yang berjalan bersamaan ini menunjukkan bahwa murojaah terjadwal dapat berfungsi sebagai praktik pembiasaan yang memperkuat hafalan dan kedisiplinan, sehingga layak dipertimbangkan sebagai strategi tahfidz berbasis karakter di madrasah. Desain deskriptif pada satu kasus tanpa kelompok pembanding tidak memungkinkan klaim sebab-akibat.
Downloads
References
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Research-based character education. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72–85. https://doi.org/10.1177/0002716203260082
Cepeda, N. J., Pashler, H., Vul, E., Wixted, J. T., & Rohrer, D. (2006). Distributed practice in verbal recall tasks: A review and quantitative synthesis. Psychological Bulletin, 132(3), 354–380. https://doi.org/10.1037/0033-2909.132.3.354
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Diani, E., Amaliyah, L., & Mardliyah, L. (2025). Strategi guru PAI dalam membentuk karakter peduli sosial siswa melalui metode pembiasaan Jum'at berinfaq di SMA. Jurnal Al-Ikhlas, 2(1).
Duckworth, A. L., & Seligman, M. E. P. (2005). Self-discipline outdoes IQ in predicting academic performance of adolescents. Psychological Science, 16(12), 939–944. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.2005.01641.x
Firdausiyah, A. P., & Zafi, A. A. (2025). Cultivating discipline and responsibility character through the tahfidz program. Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 1–11. https://doi.org/10.38073/jpi.2784
Fitriani, N., & Ismaniar, I. (2024). The relationship between disciplinary behavior and the number of memorized students (RQS) of Air Tawar Barat, Padang City. SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 12(1), 132–139. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v12i1.127605
Gusrizal, M., Ma'ali, D. Y., & Yasin, A. (2025). Pengaruh intensitas pembelajaran tahfizh Al-Qur'an terhadap akhlak dan kedisiplinan santri Madrasah 'Aliyah Darussakinah Batu Bersurat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 18990–18998.
Isnawati, N., & Hudha, M. C. (2024). Implementasi program tahfidz Al-Qur'an di SMA Muhammadiyah Pacitan. Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 9–21. https://doi.org/10.38073/jpi.v14i1.1492
Kamila, A. (2023). Pentingnya pendidikan agama Islam dan pendidikan moral dalam membina karakter anak sekolah dasar. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(5), 321–338. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/535
Lally, P., van Jaarsveld, C. H. M., Potts, H. W. W., & Wardle, J. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology, 40(6), 998–1009. https://doi.org/10.1002/ejsp.674
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Najih, A., Fuadi, M., Irsyadulloh, A., Jaya, A., & Ayu, D. (2025). Strategic management of digital transformation in aqidah akhlak learning at Islamic senior high schools. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 855–869.
Prajoko, I., & Humaedah. (2024). Implementing Islamic character values of social and environmental care at MTs Darul Huda Mayak Ponorogo: A qualitative study. Heutagogia: Journal of Islamic Education, 4(1), 59–70. https://doi.org/10.14421/hjie.2024.41-05
Pratiwi, S. Y., & Usriyah, L. (2020). Implementasi pendidikan profetik dalam membentuk karakter peserta didik di Sekolah Dasar Al-Baitul Amien Jember. EDUCARE: Journal of Primary Education, 1(3), 243–264. https://doi.org/10.35719/educare.v1i3.40
Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 195. https://www.kemhan.go.id/itjen/wp-content/uploads/2018/10/ps87-2017.pdf
Rodja, Z., Salsabila, N., Monita, N., Ginting, B., & Purba, V. C. (2023). Peran sosiologi pendidikan dalam menguatkan karakter siswa melalui manajemen pendidikan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama, 1(3), 31–41.
Roediger, H. L., III, & Karpicke, J. D. (2006). Test-enhanced learning: Taking memory tests improves long-term retention. Psychological Science, 17(3), 249–255. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.2006.01693.x
Rohmah, N. F., & Nursikhin, M. (2023). Pelaksanaan program unggulan tahfidz Al-Qur'an dalam penanaman karakter disiplin dan adversity quotient siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. Al-Ulum: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman, 10(2), 176–186. https://doi.org/10.31102/alulum.10.2.2023.176-186
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68
Samudra, M., Rahmi, E., & Sabri, Y. (2022). Al-Qur'an learning in religious education institutions: Analysis of process, results and problems. Ahlussunnah: Journal of Islamic Education, 1, 93–101. https://ejournal.stitahlussunnah.ac.id/index.php/JIE/article/view/110
Sholikhah, M., & Mubarok, A. H. (2025). Manajemen program kelas tahfidz untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an siswa MTs Sabilul Muttaqin Pungging. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, 2(4), 44–53.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Thahir, A., & Fauzan, A. (2020). Manajemen program penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran. Journal of Islamic Education Management, 6(2), 97–116.
Tracy, S. J. (2010). Qualitative quality: Eight "big-tent" criteria for excellent qualitative research. Qualitative Inquiry, 16(10), 837–851. https://doi.org/10.1177/1077800410383121
Wood, W., & Neal, D. T. (2007). A new look at habits and the habit–goal interface. Psychological Review, 114(4), 843–863. https://doi.org/10.1037/0033-295X.114.4.843
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2

