Sexual Violence In Islamic Educational Institutions As A Systematic Problem: Analysis Of The Phenomenon, Power Relations, And Victim Protection Mechanisms

Authors

  • Marzhuhriya Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Na'imah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Sri Anim Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/gyp2vm97

Keywords:

Sexual Violence, Islamic Educational Institutions, Power Relations, Institutional Protection, Moral Crisis

Abstract

Sexual violence remains a serious problem in educational settings, including Islamic educational institutions that are expected to foster students’ moral, spiritual, and character development in a safe environment. This study examines sexual violence in Islamic educational institutions by focusing on power relations, institutional protection, and moral crises as contributing factors. It used a descriptive qualitative design based on a literature review. The data came from scholarly journal articles, online news reports, and relevant documents, which were analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings show that sexual violence is shaped not only by individual misconduct but also by structural and institutional factors. Unequal power relations between educators and students create opportunities for the abuse of authority, while weak institutional oversight and inadequate protection mechanisms increase students’ vulnerability. Social stigma, fear of retaliation, and patriarchal cultural norms further discourage victims from reporting incidents, and the implementation of prevention and handling policies remains inconsistent across institutions. These findings imply that comprehensive efforts are needed, including stronger institutional governance, better reporting and victim protection systems, reinforced ethical and moral values, and collaboration among institutions, families, and communities. This study is limited by its reliance on secondary data without field verification, so further field-based research is recommended.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Marzhuhriya Khoirunnisa, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Master’s Student in Islamic Education Management, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

     

  • Na'imah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Professor, Department of Islamic Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia.

  • Sri Anim, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Master’s Student in Islamic Education Management, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

References

Adawiyah, R., Luayyin, R. H., & Ardli, M. N. (2022). Analisis Permendikbud Ristek No 30 Tahun 2021 dan konstruksi sosial kekerasan seksual di perguruan tinggi perspektif sosiologis. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 19(3), 781–796. https://doi.org/10.53515/qodiri.2022.19.3.781-796

Aditya, R., Karauwan, D. E. S., & Junaedy, A. (2024). Implikasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap proses peradilan pidana di Indonesia. Journal of Social Comunity, 9(14), 22–31.

Aisyah, N. N., & Fitriatin, N. (2025). Krisis moral dan etika di kalangan generasi muda Indonesia dalam perspektif profesi guru. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(1), 329–337. https://doi.org/10.53299/jppi.v5i1.908

Alamsyah, S. (2025). Dugaan korban anyar muncul di kasus oknum guru cabul Sukabumi. detikJabar. https://www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-8212498/dugaan-korban-anyar-muncul-di-kasus-oknum-guru-cabul-sukabumi

Ali, F. T. D., Imran, S. Y., & Mantali, A. R. Y. (2024). Dampak psikologis terhadap anak sebagai korban tindak pidana pelecehan seksual (Studi wilayah Polsek Mananggu, Kabupaten Boalemo). SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(5), 325–341. https://doi.org/10.62335/4s61tc18

Alnina, D. R. F. (2026). Kekerasan di Unima, DPR soroti lemahnya perlindungan kampus. Tempo.co. https://www.tempo.co/politik/kekerasan-di-unima-dpr-soroti-lemahnya-perlindungan-kampus-2104141

Amanda, S. D., Sari, N. P., Nabillah, W., Putri, E. A., & Sulistyowati, R. (2026). Respons lembaga advokasi terhadap kekerasan seksual berbasis elektronik di perguruan tinggi: Studi kasus Lamban Puan. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(6). https://doi.org/10.62281/a9s85c19

Anisyah, N., Marwah, S., & Maharani, R. (2023). Pendidikan karakter di tengah-tengah maraknya krisis moralitas di era milenial. Mikraf: Jurnal Pendidikan, 4(1), 48–55. https://doi.org/10.70338/mikraf.v4i1.93

Anjani, D. Y. M., Anggraini, L., & Irawan, A. (2025). Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(3), 2734–2745. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1341

Araujo, V., & Gatto, M. A. C. (2022). Can conservatism make women more vulnerable to violence? Comparative Political Studies, 55(1), 122–153. https://doi.org/10.1177/00104140211024313

Asrori, K., & Ahmadi, M. (2024). Perspektif hukum Islam dan KUHP. Dar El Ilmi: Jurnal Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora, 11(1), 104–121. https://doi.org/10.52166/darelilmi.v11i1.6323

Baihaqi, M. R., Amaliyah, H., Awaliyah, Y. S., Khoerunnisa, S. P., & Laksono, B. A. (2023). Analisis SWOT kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 19(2), 181–191. https://doi.org/10.54069/attaqwa.v19i2.591

Faraby, M. Y. (2026). Pemulihan psikis dan ganti rugi korban kekerasan seksual di perguruan tinggi sebagai kelemahan normatif Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(1). https://doi.org/10.62281/17qvew74

Firyalfatin. (2025). Lemahnya judicial scrutiny dinilai hambat perlindungan anak dalam sistem peradilan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/lemahnya-judicial-scrutiny-dinilai-hambat-perlindungan-anak-dalam-sistem-peradilan-lt68b03d1b0b2e7/

Hajri, W. S., Afrini, I. M., Sukmadi, A., & Aritrina, P. (2025). Jaga diri, jaga privasi: Interaktif edukatif pencegahan pelecehan seksual pada anak usia sekolah. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 279–286. https://doi.org/10.53770/amjpm.v4i2.438

Hall, B., & Chapman, B. (2026). Domestic and sexual violence in Australia: Current evidence and the potential role of forensic science. Forensic Science International: Synergy, 12, Article 100665. https://doi.org/10.1016/j.fsisyn.2026.100665

Jagat, M. H. R. S., & Nurhilaliati, N. (2025). Peran pendidikan kritis dalam mengatasi kekerasan seksual di pesantren. Advances in Education Journal, 2(1), 24–30.

Junaini, W., Asriwandari, H., & Hidir, A. (2023). Objektifikasi perempuan dalam relasi kuasa (Studi terhadap empat perempuan pada kasus kekerasan seksual di Kota Pekanbaru). INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(4), 5571–5580.

Karomah, L. (2025). Perlindungan dan penegakan HAM dalam kasus pelecehan seksual di Indonesia. Legal Studies Journal, 5(1), 20–30. https://doi.org/10.33650/lsj.v5i1.10917

Khoirunnisa, M., & Shodiq, S. F. (2025). The influence of school environment on students' mental and post-traumatic growth: A quantitative study. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 17(3), 4791–4801. https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i3.6881

Kurniawan, F., Nazaki, N., & Adiputra, Y. S. (2023). Implementasi kebijakan sekolah ramah anak di Kota Batam. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(2), 143–154.

Lumbanrau, R. E. (2026). Lima dugaan kekerasan seksual di pesantren satu bulan terakhir, dari Pati hingga Pekalongan. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cvgzr4j5rx7o

Majid, A. (2023). Strategi preventif pelecehan seksual di pesantren di Indonesia: Perspektif sosiologi agama. The Journalish: Social and Government, 4(3), 263–273.

Mardianti, D. L. (2026). JPPI catat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Tempo.co. https://www.tempo.co/politik/jppi-catat-233-kasus-kekerasan-di-lingkungan-pendidikan-2128820

Marfu'ah, U., Rofi'ah, S., & Maksun, M. (2021). Sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus UIN Walisongo Semarang. Kafa'ah: Journal of Gender Studies, 11(1), 95. https://doi.org/10.15548/jk.v11i1.379

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Miranti, A., & Sudiana, Y. (2021). Pelecehan seksual pada laki-laki dan perspektif masyarakat terhadap maskulinitas (Analisis wacana kritis Norman Fairclough). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 261–276. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809

Nabila, N. A., Baroroh, U., & Mashis, B. M. (2023). Fakta kekerasan seksual di pesantren Kabupaten Pati. Al-I'timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 90–109. https://doi.org/10.35878/alitimad.v1i1.724

Navaron, A. (2024). Evaluasi kinerja organisasi dan strategi penyelenggaraan pendidikan seksual pada peserta didik di madrasah. Journal Gender Equality Disability Social Inclusion and Children, 1(2), 84–95.

New Indonesia. (2026). Analisis laporan JPPI 2025: Mengurai benang kusut kekerasan seksual di lembaga pendidikan. https://www.new-indonesia.org/2026/01/7188/analisis-laporan-jppi-2025/

Nurhuda, N. (2022). Krisis moralitas guru dan solusinya: Kasus pelecehan seksual oleh guru kepada murid. Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(2), 73–96.

Pandea, A. R., & Grzemny, D. (2020). Gender matters: A manual on addressing gender-based violence affecting young people. Council of Europe.

Pasaribu, Q. (2026). Kasus dugaan kekerasan seksual Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, izin operasional ponpes dicabut. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy4288dn52ko

Pratiwi, I. D. (2022). Perlindungan hukum kekerasan seksual di sekolah studi kasus: Kasus dugaan pemerkosaan oleh Herry Wirawan. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(3), 12–24.https://doi.org/10.52005/rechten.v4i3.103

Putri, T. A., Pramudiani, D., & Iranda, A. (2026). Gambaran moral judgement pelaku kekerasan seksual pada anak di Kota Jambi. Crossroad Research Journal, 3(2), 49–58. https://doi.org/10.61402/crj.v3i2.579

Rohima, S., Saleh, S., & Pertiwi, R. (2024). Sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual pada perguruan tinggi di Kota Lhokseumawe. Almufi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 140–146. https://doi.org/10.63821/ajpkm.v4i1.322

Saefudin, Y., Wahidah, F. R. N., Susanti, R., Adi, L. K., & Putri, P. M. (2023). Tindak pidana kekerasan seksual dan perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual di Indonesia. Kosmik Hukum, 23(1), 24–33. https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v23i1.17320

Sangalang, R. S. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana kekerasan seksual dalam lingkungan pendidikan. Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai, 7(2), 176–192.

Solehati, T., Solahudin, A., Juniarti, R., Fauziah, S., Romadona, R., Audina, R., Kurniawan, R., & Kosasih, C. E. (2023). Intervensi pencegahan kekerasan seksual pada remaja: Literature review. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(6), 522–537.

Suroso, S., Hufron, M., & Baharudin, A. (2023). Isu gender dan kekerasan seksual di lembaga pendidikan Islam. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(1), 580–594. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4017

Ulfah, M., Maghvirani, R. C., & Nuqul, F. L. (2024). Analisis dampak korban kekerasan seksual pada anak: Systematic literatur review. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2(1), 46–56.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2025). Pakar UMY ungkap akar lemahnya sistem perlindungan anak: Fragmentasi dan respons yang terlalu lambat. UMY News. https://www.umy.ac.id/pakar-umy-ungkap-akar-lemahnya-sistem-perlindungan-anak-fragmentasi-dan-respons-yang-terlalu-lambat/

Wafa, Z., Kusumaningtyas, E. D., & Sulistiyaningsih, E. F. (2023). Peran sekolah dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual pada siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Grobogan. Attadib: Journal of Elementary Education, 7(3).

Wafda, H. M., Khoirunnisa, E., & Perawati, P. (2026). Urgensi perlindungan peserta didik terhadap peningkatan kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan berbasis asrama. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 403–414.

Wulandari, H. D., Handayani, A., & Jamal, A. (2024). Keputusan pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk menangani kasus kekerasan seksual (Studi kasus Universitas Negeri Surabaya). Jurnal Psikologi, 1(3), 14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i3.2462

Downloads

Published

2026-09-30