Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra Lisan Parno Adat Kedepatian Semerap, Kerinci: Kajian Etnografi Edukasi
DOI:
https://doi.org/10.58230/dsb36b98Keywords:
Pendidikan Karakter, Parno Adat, Kedepatian Semerap, Sastra Lisan, Kearifan LokalAbstract
Degradasi moral generasi muda di tengah arus globalisasi menuntut sumber pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam sastra lisan Parno Adat pada masyarakat Kedepatian Semerap, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi edukasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat (Depati dan Ninik Mamak), alim ulama, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi tuturan Parno Adat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parno Adat memuat lima nilai pendidikan karakter yang saling berkaitan, yaitu (1) religiusitas, yang tampak pada pembukaan tuturan yang selalu mengaitkan adat dengan syarak; (2) musyawarah, mufakat, dan sikap demokratis; (3) integritas, tanggung jawab, dan etika kepemimpinan; (4) kesantunan dan etika komunikasi; serta (5) gotong royong dan kohesi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Adat berfungsi sebagai institusi pendidikan karakter informal yang bekerja melalui habituasi dalam ritual komunal. Secara praktis, Parno Adat dapat direvitalisasi sebagai sumber materi ajar muatan lokal untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Penelitian ini terbatas pada satu wilayah adat, yaitu Kedepatian Semerap, sehingga temuannya belum dapat digeneralisasi pada variasi Parno Adat di wilayah Kerinci lainnya.
Downloads
References
Amir, A. (2013). Sastra lisan Indonesia. Andi Offset.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, bentuk, dan fungsi. Ombak.
Hasanuddin WS. (2015). Kearifan lokal dalam tradisi lisan kepercayaan rakyat ungkapan larangan tentang kehamilan, masa bayi, dan kanak-kanak masyarakat Minangkabau wilayah adat Luhak Nan Tigo. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 1(2), 198–204. https://doi.org/10.22219/kembara.v1i2.2615
Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan. HISKI Jawa Timur.
Kemendikbud. (2017). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Koesoema, A. (2010). Pendidikan karakter: Strategi mendidik anak di zaman global. Grasindo.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Lizawati, L., & Uli, I. (2018). Implementasi nilai pendidikan karakter dalam sastra lisan di IKIP PGRI Pontianak. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 8(2), 140–149. https://doi.org/10.25273/pe.v8i2.2911
Manik, R. A. (2021). Makna dan fungsi tradisi lisan Kenduri Sko masyarakat Kerinci Jambi. Aksara, 33(2), 229–244. https://doi.org/10.29255/aksara.v33i2.484.229-244
Mazid, S., Prasetyo, D., & Farikah. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 249–262. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.34099
Megawangi, R. (2004). Pendidikan karakter: Solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Star Energy.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Mustari, M. (2014). Nilai karakter: Refleksi untuk pendidikan. Rajawali Pers.
Pajri, A., Fitrah, Y., & Warni. (2023). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam Parno adat perkawinan dan persepsi masyarakat Tigo Luhah Semurup Kerinci: Suatu kajian sosiologi sastra. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2), 713–723. https://doi.org/10.23969/literasi.v13i2.8117
Perdana, D. (2023). Tradisi Parno adat Desa Koto Majidin Kabupaten Kerinci sebagai bentuk identitas masyarakat. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(2), 88–95. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i2.24942
Pratiwi, N., & Damni, A. (2024). Cultural and religious harmony: The philosophical significance of Parno Adat in Koto Payang Village. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 7(4), 900–918. https://doi.org/10.31538/almada.v7i4.5804
Samani, M., & Hariyanto. (2012). Konsep dan model pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Sedyawati, E., & Sugono, D. (Eds.). (2004). Sastra Melayu lintas daerah. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.
Setyami, I. (2021). Pendidikan karakter dalam sastra lisan Betawol. Deiksis, 13(3), 231–240. https://doi.org/10.30998/deiksis.v13i3.8334
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Spradley, J. P. (1997). Metode etnografi (M. Z. Elizabeth, Penerj.). Tiara Wacana.
Taum, Y. Y. (2011). Studi sastra lisan: Sejarah, teori, metode, dan pendekatan disertai contoh penerapannya. Lamalera.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Pustaka Jaya.
Watson, C. W. (1992). Kinship, property and inheritance in Kerinci, Central Sumatra. Centre for Social Anthropology and Computing, University of Kent.
Wibowo, A. (2013). Pendidikan karakter berbasis sastra: Internalisasi nilai-nilai karakter melalui pengajaran sastra. Pustaka Pelajar.
Yusuf, M., Iskandar, N., Witro, D., & Sandria, O. (2021). Philosophy of ayam jago: Researching the values of character education in customary Perbayo Sungai Tutung Village, Kerinci District. Dialog, 44(1), 25–36. https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.431
Zahara, M. (2019). Nilai karakter dalam Parno adat pernikahan di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci. Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 25(1), 22–36. https://doi.org/10.30631/nazharat.v25i1.16
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana Prenada Media Group.
Zuriah, N. (2007). Pendidikan moral dan budi pekerti dalam perspektif perubahan. Bumi Aksara.

