Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru Dalam Layanan Pendidikan Murid Berkebutuhan Khusus di SDN 003 Kongbeng
DOI:
https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.754Keywords:
pengembangan kompetensi, guru, anak berkebutuhan khususAbstract
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kondisi kompetensi guru kelas di SDN 003 Kongbeng dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung pengembangan kompetensi guru kelas SDN 003 Kongbeng dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.(3) Menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi guru kelas SDN 003 Kongbeng yang sesuai dengan kondisi nyata di sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di SDN 003 Kongbeng dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2026. Penelitian ini menggunakan teknik observasi saat pembelajaran, wawancara guru dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Uji Keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu, dan bahan referensi. Teknik analisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) kompetensi guru kelas di SDN 003 Kongbeng dalam menangani murid berkebutuhan khusus (ABK) masih kurang optimal. (2) Guru memiliki sikap empati, kesabaran, dan komitmen yang baik, namun kompetensi pedagogik (penyusunan modul ajar diferensiasi) dan kompetensi profesional masih kurang optimal. Faktor penghambat utama meliputi minimnya pelatihan khusus, fasilitas yang belum ramah ABK, jumlah GPK yang terbatas, dan beban kerja guru yang tinggi. (3) Kebutuhan pengembangan kompetensi yang paling sesuai adalah program pelatihan berbasis sekolah yang bertahap, praktis, dan berkelanjutan, dengan fokus pada penyusunan PPI, diferensiasi pembelajaran, manajemen perilaku, serta pembuatan media lokal melalui kombinasi workshop dan mentoring rutin yang melibatkan seluruh guru kelas.
Downloads
References
Ainscow, M. (2020). Promoting inclusion and equity in education: Lessons from international experiences. Nordic Journal of Studies in Educational Policy, 6(1), 7–16. https://doi.org/10.1080/20020317.2020.1729587
Ariani, A. (2023). Pengenalan anak berkebutuhan khusus. Penerbit P4I.
Atmaja, J. R. (2022). Pendidikan dan bimbingan anak berkebutuhan khusus (Cet. 2). PT Remaja Rosdakarya.
Benaya Dwi Cahyono, & Budiyana, H. (2023). Strategi Pendidikan Kristen bagi Anak Berkebutuhan Khusus Slow Learner. Jurnal Teologi Berita Hidup, 6(1), 351–364. https://doi.org/10.38189/jtbh.v6i1.429
Chalid Ahmad Aulia, dkk. (2019). Identifikasi jenis Attention Deficit Hyperactivity Disorder pada anak menggunakan Learning Vector Quantization dengan seleksi fitur menggunakan algoritme genetika. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 3(11), 104–114.
Damanik, B. E. (2019). Pengaruh kompetensi guru terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Siantar. Jurnal Lingkar Pembelajaran Inovatif, 1(2), 1–10.
Rapisa, D. R. (2018). Kemampuan guru dalam melakukan identifikasi anak berkebutuhan khusus. Pedagogia: Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(1), 15–24. https://doi.org/10.17509/pdgia.v16i1.10731
Desimone, L. M., & Garet, M. S. (2015). Best practices in teachers’ professional development in the United States. Psychology, Society & Education, 7(3), 252–263. https://doi.org/10.25115/psye.v7i3.515
Kusmaryono, I. (2023). Faktor berpengaruh, tantangan, dan kebutuhan guru di sekolah inklusi di Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 12–23. https://doi.org/10.30659/pendas.10.1.12-23
Dewi, L. A. N., Rahmawati, M., & Setiawati, C. R. (2025). Kompetensi pedagogik guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 10(1), 65–78.
Firnadi, F. (2022). Evaluasi penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan menggunakan model CIPP di sekolah dasar Kota Bengkulu. An-Nizom: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(3), 17–27.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Firmansyah, M. (2020). Upaya guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (Skripsi, UIN Datokarama). https://repository.uindatokarama.ac.id/4571/
Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2011). Exploring inclusive pedagogy. British Educational Research Journal, 37(5), 813–828. https://doi.org/10.1080/01411926.2010.501096
Hamidaturrohmah, dkk. (2023). Pendidikan inklusi di sekolah dasar. Cahya Ghani Recovery.
Hastuti, L. S. (2022). Pendidikan anak berkebutuhan khusus. Tahta Media Group.
Helaludin, & Wijaya, H. (2019). Analisis data kualitatif: Sebuah tinjauan teori dan praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Herlina, H., Wardany, O. F., Sani, Y., & Maharani, R. Z. (2023). Kendala dan kebutuhan guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum Merdeka bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Lampung. Jurnal Basicedu, 7(5), 2928–2941.
Izzatus Sulaima. (2023). Self control pada anak ABK di SLB Negeri Jember. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS), 1(2), 246–255.
Juwita Zuraida, D. (2023). Penerapan metode journaling untuk meningkatkan regulasi diri siswa dengan Borderline Intellectual Functioning. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 20(1), 124–134.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Putri, Y., & Hamdan, S. R. (2021). Sikap dan kompetensi guru pada pendidikan inklusi di sekolah dasar. JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 4(2), 138–152. https://doi.org/10.26740/inklusi.v4n2.p138-152
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Indikator pendidikan di Indonesia tahun 2015/2016. Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan. Kemendikbudristek.
Khotimah, K. (2019). Kompetensi guru dalam menangani anak inklusi di SD Muhammadiyah 01 Curup Tengah (Skripsi, IAIN Curup). http://e-theses.iaincurup.ac.id/1103/
Marheni, K. I. (2020). Art therapy bagi anak slow learner. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 1, 156–164.
Mirnawati. (2020). Identifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Deepublish.
Muhaammad Ramdhan. (2021). Metode penelitian. CV Cipta Media Nusantara.
Ndoya, M. K. (2023). Efektivitas pelatihan bagi guru untuk meningkatkan identifikasi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti.
Novitasari, D. (2021). Best practice pengembangan kompetensi guru di PAUD inklusif. Indonesian Journal of Disability Studies.
Permendiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Putri, Y. (2020). Sikap dan kompetensi guru pada pendidikan inklusi di sekolah dasar. Jurnal Inklusi, 7(2), 157–170. https://journal.unesa.ac.id/index.php/ji/article/download/13575/5642
Rahman, Sirajuddin, Zulkarnain, & Suradi. (2023). Prinsip, implementasi dan kompetensi guru dalam pendidikan inklusi. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2). https://doi.org/10.37905/aksara.9.2.1075-1082.2023
Purwanto, E. J., dkk. (2024). Pengaruh psikoedukasi terkait empati pada siswa sekolah inklusi berdasarkan pendidikan inklusi dan jenis kelamin. Publikasi Pendidikan, 14(2), 105–114.
Putri Rahmadani. (2024). Analisis faktor penyebab kelainan anak berkebutuhan khusus dan implementasi peran guru dalam pemenuhan hak ABK. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(1), 67–79.
Rezieka, D. G., Putro, K. Z., & Fitri, M. (2021). Faktor penyebab anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi ABK. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 40–53.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Rusly, M., & Bramuda, A. C. D. P. (2024). Peluang dan tantangan anak berkebutuhan khusus terhadap implementasi kebijakan inklusi di Indonesia. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 4(3), 164–178.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Alfabeta.
Sujoko. (2023). Psikologi pendidikan anak dan ABK. USB Press.
Wulandari, R. S., & Hendriani, W. (2021). Kompetensi pedagogik guru sekolah inklusi di Indonesia (suatu pendekatan systematic review). Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 7(1), 143–157. https://doi.org/10.33394/jk.v7i1.3152
Sutrisno. (2020). Merawat dan mendidik anak dengan ADHD secara bijak. Desa Pustaka Indonesia.
Yunita, V., & Subagya, S. (2025). Hambatan implementasi pendidikan inklusif di Indonesia: Analisis berbasis survei 156 sekolah. Jurnal Basicedu.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. (2016).
Warminda, D., Fitria, Y., & Ardi, H. (2022). Implementasi pendidikan inklusif di Kota Padang: Studi kasus di SMP Negeri 20, 23, dan 27. Jurnal Pendidikan Khusus.
Zainuddin, A. H. (2025). Peran guru sekolah dasar dalam pembelajaran inklusif. Jurnal Intelek Madani.

