Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Science, Environment, Technology and Society (SETS) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.58230/ijier.v3i2.670Keywords:
Keterampilan Proses Sains, Modul Pembelajaran Fisika, SETS, PengembanganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul fisika berbasis pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) serta menganalisis validitas, kepraktisan, dan pengaruhnya terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model 4D, dengan tahapan Define (pendefinisian), Design (desain), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Uji efektivitas dilakukan menggunakan desain eksperimen semu dengan model posttest only control group design pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen (30 siswa) dan kelas kontrol (28 siswa). Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, lembar kepraktisan, dan soal tes keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul tergolong sangat valid dengan skor validitas sebesar 0,849 dan hasil penilaian kepraktisan menunjukkan skor rata-rata sebesar 90,23%, yang termasuk kategori sangat praktis. Selain itu, hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol, dengan nilai thitung = 5,448 lebih besar dari ttabel = 2,021 pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga modul yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
Downloads
References
Aditiyas, S. E., & Kuswanto, H. (2024). Analisis implementasi keterampilan proses sains di Indonesia pada pembelajaran fisika: Literatur review. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 15(2), 153–166. https://doi.org/10.26877/jp2f.v15i2.15912
Afifah, N., dkk. (2021). Meta-analisis efektivitas modul dan pendekatan pembelajaran berbasis sains terhadap keterampilan berpikir dan proses sains peserta didik. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 7(2), 115–126.
Aiken, L. R. (1980). Content validity and reliability of single items or questionnaires. Educational and Psychological Measurement, 40(4), 955–959. https://doi.org/10.1177/001316448004000419
Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Amaliah, K., Kurniawan, A., & Sholikahah, A. U. (2022). Penggunaan e-modul berbasis etnosains pada sekolah menengah atas mata pelajaran fisika: Studi literatur. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) Universitas Muhammadiyah Metro, 4(1), 117–122. https://prosiding.ummetro.ac.id/index.php/snppm/article/view/70/66
Arikunto, S. (2021). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi ke-3). Bumi Aksara.
Azwar, S. (2015). Reliabilitas dan validitas (Edisi ke-4). Pustaka Pelajar.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Departemen Pendidikan Nasional.
Fatimah, S. (2021). Pengembangan modul fisika dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) pada materi dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar untuk peserta didik kelas XI SMA/MA [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga]. Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill. https://www.scirp.org/reference/referencespapers?referenceid=1046940
Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, & Jufri, A. W. (2020). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 108–116. https://doi.org/10.29303/jipp.v5i2.122
Haryadi, R., & Nurmala, R. (2021). Pengembangan bahan ajar fisika kontekstual dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 7(1), 32–41. https://doi.org/10.32699/spektra.v7i1.168
Ilhamsyah, I., Sujarwanto, E., & Sabri, F. (2022). Pengembangan bahan ajar berbasis keterampilan proses sains untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan Fisika, 10(2), 115–124.
Jumriani, & Prasetyo, Z. K. (2022). Important roles of local potency based science learning to support the 21st century learning. European Journal of Formal Sciences and Engineering, 5(1), 39–52.
Maharani, R. J. P., Taufik, M., Ayub, S., & Rokhmat, J. (2020). Pengaruh model pembelajaran inkuiri dengan bantuan media tiga dimensi terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar fisika peserta didik. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 113–118. https://doi.org/10.29303/jppipa.v6i1.326
Marta, Y. M. V., & Ramli. (2021). Analisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran fisika SMA berbasis pendekatan STEM. JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah), 5(2), 95–101. https://doi.org/10.30599/jipfri.v5i2.918
Nieveen, N. (1999). Prototyping to reach product quality. In J. van den Akker, R. M. Branch, K. Gustafson, N. Nieveen, & T. Plomp (Eds.), Design approaches and tools in education and training (pp. 125–135). Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-011-4255-7_10
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Rini, C. P. (2017). Pengaruh pendekatan SETS (Science, Environment, Technology and Society) terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2(1), 56–64. https://doi.org/10.23969/jp.v2i1.450
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D, dan penelitian pendidikan). Alfabeta.
Suja, I. W. (2020). Keterampilan proses sains dan instrumen pengukurannya. Rajawali Pers.
Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children. Indiana University, Center for Innovation in Teaching the Handicapped.
Yofamella, D., & Taufik, T. (2023). Penerapan model inquiry learning dalam pembelajaran tematik terpadu di kelas III sekolah dasar (studi literatur). e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar, 10(2), 159–170. https://doi.org/10.24036/e-jipsd.v10i2.10426
Zahra, M., Wati, W., & Makbuloh, D. (2019). Pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, Society): Pengaruhnya pada keterampilan proses sains. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 2(3), 320–327. https://doi.org/10.24042/ijsme.v2i3.4357
Zulfaniar, Arsyad, M., & Palloan, P. (2024). Pengembangan bahan ajar fisika berbasis SETS (Science, Environment, Technology, and Society) untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(12), 10102–10108. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i12.8774

