Implementasi Shalat Dzuhur Berjamaah Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri Sorong
DOI:
https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.482Keywords:
Shalat Dzuhur Berjamaah, akhlak, Pendidikan Islam, peserta didikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi salat Zuhur berjamaah dalam membentuk akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri Sorong sebagai bagian dari strategi pendidikan karakter berbasis pembiasaan ibadah. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan secara kognitif, tetapi juga menekankan pembinaan sikap, perilaku, dan kesadaran religius yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Salat Zuhur berjamaah dipandang sebagai sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti disiplin waktu, tanggung jawab, kebersamaan, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan salat berjamaah, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan keagamaan di madrasah. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi salat Zuhur berjamaah di MAN Sorong telah berjalan secara terstruktur dan terintegrasi dalam budaya religius madrasah, didukung oleh keteladanan pendidik dan sistem manajemen pelaksanaan yang konsisten. Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak peserta didik, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan, kesadaran beribadah, sikap saling menghormati, serta semangat kebersamaan. Meskipun masih ditemukan kendala teknis dalam pelaksanaannya, salat Zuhur berjamaah terbukti berperan signifikan sebagai instrumen pendidikan akhlak yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Downloads
References
Abdul Rahman, N. A., Mohd Yusoff, M. Y. Z., & Ahmad, K. (2020). The role of Islamic education in shaping moral identity among students in Malaysia. Journal of Islamic Studies and Culture, 8(1), 1–10.
Al-Attas, S. M. N. (1979). Aims and objectives of Islamic education. Hodder and Stoughton.
Al-Qahthani, S. A. W. (2020). Pedoman dan tuntunan salat lengkap. Gema Insani.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching. Routledge.
Berkowitz, M. W. (2011). What works in values education. International Journal of Educational Research, 50(3), 153–158. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2011.07.003
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.
Brown, M. E., & Treviño, L. K. (2006). Ethical leadership: A review and future directions. The Leadership Quarterly, 17(6), 595–616. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2006.10.004
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.
Eisenberg, N., Fabes, R. A., & Spinrad, T. L. (2006). Prosocial development. In N. Eisenberg (Ed.), Handbook of child psychology: Vol. 3. Social, emotional, and personality development (pp. 646–718). Wiley. https://doi.org/10.1002/9780470147658.chpsy0311
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Hasanah, U. (2021). Pendidikan karakter melalui budaya sekolah: Studi kasus di MTsN 1 Kota Malang. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–60. https://doi.org/10.18860/ijpgmi.v1i2.1791
Jailani, A. (2021). Pengaruh pemahaman hadist tentang salat terhadap perilaku salat siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 77–88.
Khozin. (2020). Khazanah pendidikan agama Islam. PT Remaja Rosdakarya.
King, P. E., & Boyatzis, C. J. (2015). Religious and spiritual development in childhood and adolescence. In M. E. Lamb & C. G. Coll (Eds.), Handbook of child psychology and developmental science (7th ed., Vol. 3, pp. 975–1021). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118963418.childpsy323
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.
Nawawi Ahmad, S. (2019). Panduan praktis dan lengkap salat fardhu dan sunnah. AMZAH.
Nucci, L. (2001). Education in the moral domain. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511605987
Nurhayati, & Abidin, Z. (2020). Salat sebagai dasar pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Jurnal Tarbiyatuna, 11(2), 154–173.
Nurwachida, D., & Fihris, F. (2022). The concept of human creation and its moral responsibility in Islamic education. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 5(1), 45–60.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage.
Rahmawati, A., Fitriana, N., & Hidayat, R. (2021). Pendidikan karakter melalui praktik ibadah: Studi komprehensif integrasi nilai spiritual dan sosial siswa. Jurnal Pendidikan Islam dan Karakter, 15(2), 120–135.
Saleh, M. (2024). Salat sebagai dialek spiritual eksplorasi komunikasi dengan Tuhan. Encommunication: Journal of Communication Studies, 2(1), 23–44. https://doi.org/10.71036/ejcs.v2i1.417
Setiawan, B. (2019). Habituasi: Strategi efektif pembentukan karakter positif. Pustaka Cendekia.
Solikhin, M. (2020). The miracle of salat. Erlangga.
Sulaiman, A. (2021). Dampak pelaksanaan salat berjamaah di sekolah terhadap peningkatan kedisiplinan dan religiositas siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 205–225.
Syahri, A. (2021). Aktualisasi nilai-nilai salat dalam kehidupan. Jurnal Pendidikan Agama Islam (J-PAI), 7(1), 1–18.
Walker, L. J. (2013). Moral personality, motivation, and identity. In M. Killen & J. G. Smetana (Eds.), Handbook of moral development (2nd ed., pp. 497–519). Psychology Press.

