Studi Pemahaman Masyarakat Balirejo Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Terhadap Kesenian Kuda Lumping Perspektif Akidah Islamiah
DOI:
https://doi.org/10.58230/ijier.v2i2.299Keywords:
Fenomena Keagamaan, Kesenian Kuda Lumping,, Akidah Islam, Budaya TradisionalAbstract
Penelitian ini mengkaji pemahaman masyarakat Desa Balirejo terhadap kesenian Kuda Lumping dalam perspektif akidah Islamiah. Kesenian tradisional ini menghadapi dilema antara pelestarian budaya dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam, khususnya terkait dengan praktik mistis yang menyertainya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis langkah-langkah pementasan kesenian Kuda Lumping dan mengidentifikasi nilai-nilai akidah Islamiah yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan informan yang terdiri dari tiga pelaku kesenian, dua tokoh agama, dan dua tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan Kuda Lumping di Desa Balirejo memiliki lima tahapan utama: persiapan ritual, pembukaan dengan tari tradisional, adegan trance, aksi atraktif, dan penutup. Dari perspektif akidah Islamiah, kesenian ini mengandung nilai-nilai positif seperti ilahiah imaniah, ilahiah ubudiah, dan ilahiah muamalah yang tercermin dalam lagu-lagu sholawat dan doa-doa perlindungan. Namun, praktik pemanggilan roh dan konsumsi minuman keras dalam pementasan menjadi aspek yang dipandang bertentangan dengan akidah Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman komprehensif tentang negosiasi antara tradisi budaya dan nilai-nilai agama dalam masyarakat Muslim Indonesia, khususnya dalam konteks kesenian tradisional yang mengandung unsur mistis.
Downloads
References
Alimuddin, A., Masmuddin, M., & Effendi, P. (2023). Implementasi moderasi beragama dalam menjaga kerukunan di Desa Rinjani Luwu Timur. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 12(1), 35–52. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i1.16458
Halaluddin, H. (2019). Mengenal lebih dekat dengan pendekatan fenomenologi: Sebuah penelitian kualitatif. https://doi.org/10.31219/osf.io/stgfb
Ihsan, M., Abdullah, R., & Nurdin, A. (2023). Nilai pendidikan Islam dalam tradisi masyarakat Luwu Timur. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 63–70. https://p3i.my.id/index.php/refleksi/article/view/271
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Pamessangi, A. (2021). Analisis data kualitatif model interaktif. Jurnal Metodologi Penelitian, 11(2), 45–58.
Prasetia, S. A. (2022). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian Sosial, 12(1), 23–34.
Rahmawati, S. (2021). Dinamika kesenian tradisional dalam masyarakat Muslim kontemporer. Jurnal Budaya dan Agama, 9(3), 112–125.
Rezeki, S., Putri, A., & Sari, D. (2022). Kesenian Kuda Lumping sebagai simbol perlawanan rakyat: Analisis historis dan kultural. Jurnal Sejarah dan Budaya, 14(2), 87–99.
Shubhie, M. (2023). Akidah tauhid dalam Al-Qur'an: Fondasi kepercayaan Muslim. Jurnal Studi Islam, 15(1), 45–60.
Syahrial, S., Mahmud, H., & Hakim, L. (2022). Pengembangan materi ajar terintegrasi nilai-nilai keislaman di Luwu Timur. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 13(2), 78–92.
Triyono, B. (2020). Dimensi mistis dalam kesenian Kuda Lumping: Perspektif antropologi budaya. Jurnal Antropologi Indonesia, 14(1), 34–47.
Pirol, A. (2023). Keberagaman budaya dan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan.

